Kamis, 05 November 2015

Mampir ke Markas MU dan Arsenal

#Jalan-Jalan Nekat (Part 3)
Khalid dengan wajah sumringahnya (dokpri)


            Sebelumnya saya minta maaf ya. Terlalu lama menyambung lanjutan cerita perjalanan kami selama di UK kemarin. Maklumlah, lagi banyak deadline yang harus saya dahulukan (siapa yang nanya...hahaha). Baiklah, mari kita lanjutkan.
            Hari kedua kami merencanakan akan mengunjungi kota Manchester. Kota ini merupakan kota terbesar kedua yang ada di Inggris setelah London. Bagi penggemar sepak bola, nama Manchester pasti tidak asing lagi. Nama Manchester dikaitkan dengan dua klub sepak bola terbesar di dunia, Manchester United dan Manchester City. Dua klub utama yang berlaga di Liga Primer itu punya andil besar dalam mempromosikan kota ini ke kancah dunia. Kesimpulannya, Manchester dan Bola sulit untuk dipisahkan.
            Manchester ternyata tidak hanya memiliki klub sepak bola. Kota ini juga pas untuk dijadikan destinasi hiburan. Mulai dari musik, belanja, musium, galeri sampai gedung-gedung yang berlatar belakang sejarah bisa dijumpai di kota ini. Awalnya saya mengira kami punya cukup waktu untuk mengelilingi kota yang selalu dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai negara di Eropa dan Asia ini. Sayang, waktu kami tidak cukup untuk menjelajah ke sudut-sudut kotanya. Kami hanya punya waktu sehari. Musim dingin membatasi matahari untuk lebih lama bersinar. Itu pun akan terpotong dengan cepatnya gelap yang menyelemuti hari serta durasi perjalanan London - Menchester - London.
Silakan diklik rekaman Si Kakak yang super singkat ini :) (dokpri)
            Tujuan utama kami ke sana adalah mengunjungi markas Manchester United (MU) di Old Trafford, Greater Manchester, Inggris. Pukul 05.00 waktu London kami sudah bersiap-siap di penginapan. Setelah sholat subuh dan merapikan perlengkapan yang akan dibawa, kami pun bergegas menuju Camden Town Station. Sambung-menyambung naik kereta dalam kota London akhirnya membawa kami tiba di Euston Station.
Suami saya sudah memesan tiket London – Manchester return online dari Indonesia beberapa hari jelang keberangkatan kami ke London. Selain jauh lebih murah dibeli online kami juga tidak perlu khawatir tidak mendapat seat. Begitu keretanya ada, kami pun bergegas naik. 
Di kereta menuju Manchester (dokpri)
Perjalanan dari Euston Station, London menuju Manchester Piccadilly menghabiskan waktu sekitar dua jam lebih. Kami tidak merasa bosan samasekali. Meskipun cuaca sedikit mendung di luar sana, pemandangan pedesaan khas Eropa tetap bisa kami nikmati. Si Kakak sibuk merekam perjalanan dengan kameranya. Sementara si Adik sibuk membahas oleh-oleh apa saja yang akan dia beli saat tiba di sana nanti.
Kami pun tiba di Manchester Piccadilly, nama stasiunnya. Untuk mencapai markas Manchester United kami harus naik bus lagi menuju Old Trafford Stadium. Tiba di lokasi, kami langsung berfoto-ria. Saya perhatikan ekspresi wajah anak laki-laki saya. Ada kepuasan terpancar di sana. Dia memang penggemar MU sejati. 

(dokpri)

Namun lagi-lagi sayang karena kami tidak ikut tour  mengelilingi indoor stadionnya yang berkapasitas hampir 76 ribu orang itu. Semua karena terbatas waktu dan biaya. Walau tarifnya tidak terlalu mahal tapi kalau buat berempat lumayanlah totalnya. Hehehe.... Tak apalah. Kami puaskan berfoto-foto di luar stadion saja. Bisa sampai di Old Trafford saja sudah membuat kebanggaan tersendiri bagi kedua anak saya. Sementara saya dan suami sebenarnya sudah pernah berkunjung ke sini beberapa tahun silam. Jadi kesempatan kali ini khusus untuk anak-anak kami.
Mira dengan ekspresinya yang aduhai :) (dokpri)

 
Selesai memuaskan diri berfoto-foto di udara yang semakin dingin, kami pun mampir ke MU Store. Beberapa merchandise berlabel MU sudah masuk keranjang dan siap dibayar. Kalau mengintip harganya, weeew... jangan ditanya. Penginnya membeli semua tapi kami harus selektif demi budget yang sudah diperkirakan. Yang penting anak-anak saya sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan terkait dengan MU ini.
Setelah selesai memilih-milih dan membayar di kasir, kami memutuskan untuk kembali ke stasiun kereta. Tak ada waktu lagi untuk mengeksplore kota Manchester. Sayang ya? Tapi tak mengapa, yang penting tujuan utama ke kota ini sudah tercapai dan anak-anak saya puas.
Tertangkap kamera saat di bus (dokpri)
Kami menunggu bus yang akan membawa kami kembali ke Manchester Piccadilly Station. Sebelum naik ke kereta kami sempatkan membeli bekal makanan. Dua jam perjalanan dengan udara yang dingin begitu cepat membuat perut lapar. Untuk itu saya dan suami tidak mau mengambil risiko melihat anak-anak kami kelaparan. Sandwich, minuman, cokelat, dan salad buah menjadi pelengkap perjalanan kami menuju kembali ke London.
Musim dingin membuat jarak pagi ke malam lebih pendek dari musim panas. Jarak dan sempitnya waktu memang sangat membatasi kami. Untunglah saat tiba di London hari masih terang. Kami sempatkan menambah perjalanan menuju Emirates Stadium.  
(dokpri)
Bagi pencinta Liga Primer Inggris nama stadion ini tentu tak asing lagi. Stadion ini kebanggaan klub papan atas Inggris, Arsenal. Emirates Stadium berlokasi di Islington, Holloway, London Utara, Inggris. Kesan mewah stadion ini tergambar dari ornamen yang terbuat dari kaca dan baja. Sementara Emirates Stadium berkapasitas 60.361 kursi untuk penonton. Sedikit lebih kecil dari Old Trafford.

(dokpri)
Karena hari mulai gelap, kami tak sempat puas berfoto di sini. Hanya ada beberapa foto saja. Namun di part berikutnya saya akan menyajikan lebih banyak foto-fota kami di Emirates Stadium ini karena kami mengulang ke sana di hari lainnya. Sebelum benar-benar gelap, kami pun kembali ke stasiun untuk menuju penginapan. Rasa lelah sudah sempurna menguasai. Setelah tiba di penginapan dan bebersih diri serta sholat, kami pun terlelap dengan sukses hingga esok harinya.
Sampai di sini, saya belum bisa berjanji untuk melanjutkan catatan perjalanan selama di Inggris ini ya. Masih banyak deadline yang kembali harus saya tuntaskan. Semoga nanti belum terlalu basi untuk melanjutkannya kalau ada waktu. See you! (part sebelumnya bisa dilihat di sini dan di sini). [Wylvera W.]

Note: Postingan ini pindahan dan sdh mendapat kunjungan dari pembaca di blog saya sebelumnya (www.wylvera.com)
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...