Kamis, 17 Maret 2016

Mengumpulkan Jejak Kecil di Pittsburgh



Perjalanan berikutnya dimulai
             Menetap sementara di sebuah kota kecil Amerika, ternyata selalu menggoda kami untuk menghabiskan waktu libur yang ada . Dengan jatah uang santunan hidup dari tempat suami bekerja - yang tidak besar jumlahnya - kami tetap bisa mengisi liburan dengan jalan-jalan.
Kata suami saya, “Kalau kita tak pandai menyiasati kesempatan, kita tak akan pernah memiliki kenangan manis itu.”
Sekarang, saya baru menyadari, betapa berartinya kesempatan yang telah diberikan Allah SWT kepada kami. Dengan limpahan kasih sayang-Nya, saya dan suami akhirnya mampu memberi pengalaman berharga untuk anak-anak kami. Mereka semakin yakin bahwa Allah itu Maha Kaya dengan keluasan bumi ciptaan-Nya.

Tiba di Pittsburgh
            Pittsburgh merupakan sebuah kota yang terletak di bagian Timur Amerika Serikat, Tepatnya di negara bagian Pennsylvania. Kota yang  memiliki angka kepadatan penduduk sebesar 2.174 jiwa/km2 terlihat begitu tenang. 

Pittsburgh begitu tenang dan bersih
Di kota ini, Islam berkembang dengan ajaran tauhid (keesaan Tuhan) sebagai salah satu pemikatnya. Dengan banyaknya penduduk kota Pittsburgh yang memeluk agama Islam, agama yang saya yakini ini pun tidak asing lagi di sana. Sayang, waktu itu kami tidak sempat berkunjung di masjid pertama yang didirikan Muslim mualaf (1930) di Pittsburgh.

Mampir di Carnegie Mellon University
            Kami mendapat kesempatan tinggal di Urbana Illinois waktu itu, karena suami diterima untuk melanjutkan S2 nya di University of Illinois. Kantor tempat suami bekerja pun mengizinkan untuk memboyong keluarga. Waktu itu, setiap jalan-jalan, suami saya selalu ingin menyinggahi universitas-universitas yang ada di setiap state yang kami kunjungi. Termasuk ketika kami tiba di Pittsburgh. 

Mira dan Khalid tiba di Carnegie Mellon University :)
Suami saya mengajak kami melihat-lihat Carnegie Melon University, salah satu pusat utama dunia untuk pengajaran dan penelitian dalam pengelolaan bisnis. Universitas ini awalnya didirikan dengan nama Carnegie Technical School oleh pengusaha Andrew Carnegie (1900). Pada tahun 1912, universitas ini berubah nama menjadi Carnegie Institute of Technology (CIT). Kemudian CIT bergabung dengan Mellon Institute of Industrial Research (1967), yang akhirnya membentuk Carnegie Mellon University.

Pepohonan musim gugur membuat pemandangan kampus semakin artistik
Khalid dan Bapak numpang foto :)
Tidak susah menemukan lokasi kampus Carnegie Mellon. Kota yang tenang itu mengantarkan kami dengan mudah hingga di pintu gerbang kampus yang terletak lima kilometer dari Downtown Pittsburgh.

"Itu panduan arahnya!" ^-^
Begitu memasuki area kampus Carnegie Mellon, kami terkesan dengan sebuah tiang yang unik. Di tiang yang menjulang ke atas itu terlihat beberapa patung orang sedang berjalan. Itu adalah tugu yang disebut “Walking to the Sky” yang didirikan oleh Jonathan Borofsky. Namun, yang ada di kampus Carnegie Mellon adalah copynya. Sedangkan yang asli pertama kali ada di Rockefeller Center (2004), lalu dipindahkan ke Dallas, Texas pada tahun 2005. Sementara model tiang dengan orang berjalan ini masih ada di beberapa tempat lainnya, termasuk di Korea.

Walking to Sky

Di tiang itu ada patung yang menggambarkan anak kecil, pengusaha, perempuan, seorang pemuda, dan beberapa orang lain yang sedang berjalan di tiang setinggi 100 kaki dengan sudut 75 derajat. Tiang dengan orang-orang berjalan itu terinspirasi oleh cerita ayah Borofsky. Ayah Borofsky memberitahunya ketika dia masih kecil tentang seorang raksasa ramah yang tinggal di langit. Dalam setiap kisah, ayah dan anak akan melakukan perjalanan ke langit untuk berbicara dengan raksasa tentang apa yang perlu dilakukan untuk semua orang di bumi. Patung itu melambangkan tentang potensi manusia untuk menemukan siapa dirinya dan ke mana dia harus pergi. Unik 'kan?


Hasil jepretan suami
Idem
Idem

Setelah itu kami memuaskan diri berfoto dan mengabadikan sudut-sudut kampus yang luas itu. Mira sempat berkomentar waktu itu, kalau suatu hari dia bisa kuliah di sana. Angan-angan masa kecil yang bikin tersenyum jika mengingatnya. 




Selebihnya, sambil menikmati sinar matahari musim gugur waktu itu, suami saya sibuk membidik objek untuk difoto. Termasuk merekam tingkah laku saya dan anak-anak. Ah, kenangan itu.

Fort Pitt Block House dan Fort Pitt Museum
            Perjalanan kami dilanjutkan menuju Fort Pitt Block House. Bangunan bersejarah yang berlokasi di Point State Park kota Pittsburgh ini, dibangun pada tahun 1764. Bangunan ini waktu itu digunakan sebagai benteng pertahanan militer. Henry Bouquet memprakarsai pembangunan sejumlah benteng kecil di sekitarnya untuk memperkuat pertahanan. Waktu itu hanya Fort Pitt Block House yang bertahan.

Di depan Fort Pitt Block House

            Ketika Fort Pitt dihancurkan pada tahun 1792, Block House dibiarkan tidak tersentuh karena sudah digunakan sebagai tempat tinggal. Struktur bangunannya diubah menjadi sebuah rumah pribadi pada tahun 1785 oleh Isaac Craig.


            Selain Fort Pitt Block House, kami juga menyempatkan berfoto dengan latar belakang Fort Pitt Museum. Museum ini dikelola oleh Senator John Heinz History Center di pusat kota Pittsburgh, Allegheny County, Pennsylvania, Amerika Serikat. Fort Pitt Museum dikelilingi oleh Point State Park, sebuah taman negara Pennsylvania.

Kulit hasil buruan
            Ada kenangan menarik juga yang sempat kami rekam ketika berkunjung ke lokasi museum tersebut. Di sana kami menemukan ruang penyimpanan perlengkapan dan hasil berburu binatang. Salah satu pemburu yang juga menjadi guide di sana menjelaskan beberapa teknik tentang berburu. Laki-laki yang ramah itu menunjukkan koleksi kulit-kulit binatang buruan yang akan dijadikan bahan selimut, coat, dan bahan kebutuhan musim dingin lainnya.
            Fort Pitt Block House dan Fort Pitt Museum menjadi kunjungan akhir kami di kota Pittsburgh, Pennsylvania. Tunggu cerita pengalaman perjalanan kami lainnya di belahan bumi Amerika ya. Soon …. [Wylvera W.]

Note:
Semua foto adalah koleksi pribadi

10 komentar:

  1. Waahh..asyik ya dpt kesempatan emas sprti ini, foto2nya bikin adem mata apalagi kalo berada lnsng d tkp ya hiks jd membayangkan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, alhamdulillah, Mbak.
      Kita sempat tinggal di sana, jadi bisa menjelajahi sebagian benua Amerika. :)

      Hapus
  2. Ulasan yang keren fotonya bagus bagus
    salam buat keluarga mbak
    sehat dan sukses selalu
    amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mas. Salamnya sdh disampaikan. :)

      Hapus
  3. Bener tuh kata suaminya mbak musti dimanfaatkan dg membuat kenangan manis. Semoga bnyak kenangan manis lain yg dibuat pas di sana ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak.
      Ini mau dishare satu per satu. Lagi mengingat-ingat lewat foto dan videonya.

      Hapus
  4. Assalamualaikum,

    Wah selalu suka sama cerita perjalanan bunda sekeluarga, anak-anak di sini masih pada kecil yah, eh sekarang udah bujang cakep dan sholeh dan kk udah beranjak dewasa, sholehah, berprestasi, dan membanggakan.

    Mantau terus blognya bunda. Sukaa... :)

    Warm regards,
    Zia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.
      Wah, alhamdulillah kalau suka, Mbak.
      Senang dipantau. Ntar aku main ya ke blognya, Mbak. :)

      Warm regards.

      Hapus
  5. Suasananya tenang dan rapih ya

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...