Sabtu, 16 Januari 2016

Mengunjungi Hongkong, Shenzhen, dan Macau - #Part 1

Dua Hari di Shenzen
 
            Membuka-buka album perjalanan menjadi salah satu kegemaran saya. Apalagi jika sedang kesulitan memulai sebuah tulisan baru. Memandangi foto-foto kenangan itu mampu memicu mood saya untuk menulis kembali. Seperti ini salah satunya. Dari foto-foto perjalanan di Hongkong, Shenzhen, dan Macau tahun 2011 yang lalu, membuat saya ingin menulisakannya di blog ini.
Jalan-jalan ke Hongkong, Shenzhen, dan Macau sudah direncanakan beberapa bulan sebelumnya. Ibu-ibu pengurus Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia ingin mengakhiri masa kepengurusannya dengan jalan-jalan bersama. Waktu itu saya masih menjabat sebagai sekretaris di redaksi Majalah Insani milik PIPEBI. Sebagai perwakilan dari Insani, saya dan pemimpin redaksi ikut dalam momen jalan-jalan itu.

Dari Soekarno Hatta menuju Hongkong International Airport
            Pagi itu, tour guide dari perusahaan travel yang bertanggung jawab atas perjalanan kami meminta untuk berkumpul di terminal internasioanl bandara Soekarno Hatta. Sesuai dengan kesepakatan, setelah semua berkumpul, tour guide pun sigap mengurus segala sesuatunya hingga waktu keberangkatan menuju bandara Internasional Hongkong. 

Tiba di bandara Hongkong - Jangan gagal fokus ke kopernya ya :p
            Penerbangan dari Jakarta ke Hongkong menghabiskan waktu sekitar 5 jam dengan perbedaan waktu 1 jam. Kami tiba di bandara Hongkong sekitar jam dua belas siang. Suasana bandara tidak terlalu ramai. Melihat situasi di sekitarnya, menurut saya bandara Hongkong tidak terlalu membingungkan dan mudah dijelajahi. Seperti ketika itu, begitu tiba, kami diajak berjalan menuju bagian imigrasi. Tidak terlalu lama saat tiba gilirannya. Tidak sampai sepuluh menit, saya sudah mendapatkan pengecapan paspor (Visa on Arrival) dari imigrasi.
            Setelah itu, tour guide membantu kami untuk pengambilan bagasi. Karena terdapat belasan jalur pengambilan bagasi, kami harus jeli melihat monitor yang tersedia. Gunanya agar kita tahu di jalur mana bagasi kita keluar.  Setelah semua urusan di bandara selesai, tour guide langsung meminta kami berjalan menuju bus yang sudah dipersiapkan. Bus itulah yang akan membawa kami jalan-jalan selama enam hari ke depannya.

Dari bandara Hongkong menuju Shenzhen
            Mendatangi sebuah negara dalam rangka jalan-jalan atau traveling, rasanya sulit menghindar dari urusan belanja. Mengincar pusat perbelanjaan menjadi agenda yang susah untuk diabaikan. Apalagi jika ada informasi bahwa di pusat perbelanjaan itu menjual barang-barang yang produksinya terbatas hanya di negara tersebut. Hasrat ingin mengoleksinya pasti menggebu-gebu, jika bujetnya cukup untuk membeli. Begitu juga dengan kami.
Setelah semua berada di bus, kami dibawa menuju Shenzen. Segala urusan imigrasi yang berlaku di antar kota diurus dan dibantu oleh pihak travel. Jadi tidak perlu bersusah-payah. Tinggal duduk manis di bus, semua beres. 

Tiba di Shenzen
Begitu tiba di Shenzen, kami tidak langsung dibawa ke hotel. Tour guide memilihkan restoran untuk makan siang terlebih dahulu. Selesai makan siang, kami pun bergegas menuju Century Plaza Hotel. Beres urusan check in, kami memanfaatkan sisa waktu sebelum malam.
Nama Shenzen, sebuah kota kecil di Cina yang memilki tempat wisata dan sekaligus “surga” belanja bagi para sophaholic. Di sana ada lima pusat perbelanjaan yang menjadi favorit para wisatawan. Kami memilih salah satunya, yaitu Luo Hu Commercial City. Pusat perbelanjaan ini sangat terkenal di Shenzen. 

Tidak sempat mengambil foto bagian dalam pusat perbelanjaannya, hanya ini
Di pusat perbelanjaan yang terdiri dari enam lantai ini tersedia berbagi macam barang, seperti tas, jam, baju, celana, mainan anak-anak, gadget, sepatu, dan lainnya. Pusat perbelanjaan ini didatangi oleh ratusan pengunjung setiap hari. Barang-barang tersebut tidak berlabel dengan merek yang sesungguhnya (tiruan), namun kualitasnya cukup baik. Anehnya, walaupun barang-barangnya tiruan, wisatawan tetap saja gemar mengunjungi pusat perbelanjaan ini. Kuncinya, pintar-pintarlah menawar.
Yang lain belanja-belanji, saya narsis sendiri. Hihihi ....
Puas belanja-belanji, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Makan malam sudah. Tidak ada yang ingin kami lakukan lagi di malam harinya. Kami harus beristirahat, mengumpulkan tenaga untuk agenda lain di hari berikutnya.

Mengunjungi Window of the World
            Pagi-pagi sekali di hari kedua, kami sudah kembali bersiap-siap untuk menikmati sarapan. Selesai sarapan, tujuan berikutnya adalah tempat wisata bernama Window of the World. Letaknya di sebelah Barat kota Shenzen dengan luas area mencapai 480.000 meter persegi. Tiket masuk ke lokasi wisata, seharga 140 Yuan. Sementara waktu berkunjung dimulai dari jam 9 hingga jam 10 malam.

Pintu masuk
Foto bareng di depan replika piramida Louvre
            Tiba di area parkir, kami bergegas turun dari bus. Kami pun menyempatkan untuk berfoto bersama. Setelah itu, kami dibawa mengitari lokasi wisata dengan kereta wara-wiri. 
 
Saya dan ibu-ibu lainnya siap mengelilingi area wisata
Waaah! Borobudur juga ada. Bangga ih. (dokpri)
Saya fokus memperhatikan beberapa bangunan berupa replika. Di sana terdapat replika bangunan yang menjadi landmark serta ikon-ikon megah dari lima benua.  Saya pun sibuk menyempatkan diri berfoto di sana. Hmm, tapi yang dipajang di sini jangan artisnya melulu ya. Nanti ada yang protes. *celingak-celinguk khawatir:p*
 
Replika landmark dari beberapa negara yang menjadi daya tarik tempat ini
Saya dan mantan Pemred Majalah Insani di depan replika Air Terjun Niagara
Ada Piramida, Sphinx, Taj Mahal, Menara Eifel, Menara Condong Pisa, Angkor Wat, Colosseum, Air Terjun Niagara, Candi Borobudur, dan lainnya. Replika tersebut dibuat detail dengan skala 1 banding 15 atau 1 banding 10, sehingga besarnya mirip dengan bangunan aslinya.

Splendid China
            Puas mengelilingi Window of the World, kami melanjutkan mengunjungi Splendid China yang menyajikan minitaur Cina Tiongkok. Luas area wisata ini sekitar 86 hektar dengan menampilkan ragam adat Cina beserta bangunan khasnya. Bahkan miniatur tembok besar Cina ada di sini. Sayang, kami tidak sempat menjelajah ke semua lokasi Splendid China.

Nggak sah kalau gak foto-fotoan bareng :p

            Di Splendid China, kami menikmati pertunjukan kecil dari masing-masing provinsi yang ada di Cina. Yang paling menarik buat saya adalah saat kami mendapat kesempatan menonton pertunjukan besar berupa ketangkasan berkuda. Para pemain yang menunggang kuda diberi kostum Cina kuno yang dilengkapi dengan senjata zaman perang.

Sempat-sempatnya salaman dengan penunggang kudanya. ^_^
            Puas dihibur oleh pertunjukan ketangkasan berkuda, kami diajak menonton teater di Impressions Theater. Pertunjukan yang berdurasi selama satu jam itu menampilkan tari-tarian dari segala penjuru provinsi China Tiongkok dalam beberapa segmen. 

Di depan pintu masuk teater
Penarinya cantik-cantik dengan kostum mewah. Pertunjukan bertema Dancing with the Dragon and Phoenix merupakan puncak show yang dilakukan secara kolosal dan benar-benar megah. 

Menunggu penonton lainnya
Ini hasil kenekatan saya. Cantik kan? ^^  (dokpri)
Sstt ..., ada rahasia kecil yang ingin saya sampaikan. Sebenarnya tidak boleh mengambil gambar selama pertunjukan berlangsung. Saya “nakal” dan berusaha mengabadikan beberapa tampilan dalam kamera tanpa menyalakan blitz. Jangan bilang-bilang ya. Kalau tidak begitu, foto-foto pertunjukan tidak akan melengkapi catatan saya ini. *etapi, jangan ditiru ya ....^^ *

Makan malam di Shenzen
            Malam akhirnya membatasi waktu kunjungan kami di lokasi wisata Splendid China. Sebelum kembali ke hotel, kami dimanjakan dengan sajian makan malam yang nikmat berupa hidangan seafood. Maaf, saya lupa nama restorannya. Katanya sih, halal. Jadi kami yang muslim tidak perlu ragu.
Makan malam ini pun akhirnya mengakhiri kunjungan kami di Shenzen. Lalu, ke mana lagi kami menghabiskan waktu di hari berikutnya? Tunggu lanjutannya ya. [Wylvera W.]
           
           

14 komentar:

  1. Keren bgt itu replika ya.. lucky you mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, serasa langsung berkunjung ke tempat aslinya.
      Makasih sudah mampir ke blogku ini ya, Mbak. :)

      Hapus
  2. Beneran jadi pengen k eHongkong nih. Tapi belum terwujud. Tulisannya keren dan buat aku jadi pengen ke sana :). Hihii. Salam kenal, mba :)

    BalasHapus
  3. emang enak tuh sekalian beberapa wilayah ya liburannya capeknya berasa happynya polll hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, jadi puas dan sekali jalan. :)

      Hapus
  4. Wah keren..ada replika borobudur juga. Asyik banget jalan2nya

    BalasHapus
  5. Reportasenya lengkap dan apik. Pengin juga meninjau Macao. Saya hanya sehari semalam di Hongkong krn transit sebelum ke USA tahun 1983.
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Pakde.
      Aku di Macau dua malam. Nanti di part berikutnya ceritanya ya.
      Salam hangat kembali dari Bekasi. :)

      Hapus
  6. Centilnya itu yang salaman sama penunggang kudanya.

    BalasHapus
  7. wah aku mah cuma nginjak kaki saja di bandara mbak, gak sampai turun ke hongkongnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan ada momen bisa ke sana ya, Evrina. Aamiin. :)

      Hapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...