Kamis, 07 April 2016

Melihat Air Terjun di Niagara Falls



Perjalanan menuju Niagara Falls pun dimulai
            Catatan kenangan ini masih bagian dari perjalanan liburan kami di Amerika. Sekaligus memenuhi One Day One Post Challenge dari Fun Blogging.  
               Waktu itu, liburan musim panas di tahun kedua kami berada di sana, belum berakhir. Kami belum memutuskan akan mengunjungi kota yang mana lagi. Tiba-tiba anak saya asal sebut saja.
            “Niagara Falls itu jauh nggak, Pak?”
            Pertanyaan itulah yang mengawali rencana perjalanan kami berikutnya. Anak-anak ingin sekali melihat Air Terjun Niagara dari dekat. Tidak pakai mikir lama, kami pun kembali menyusun persiapan menempuh perjalanan dari Urbana, Illinois menuju Niagara Falls. Total waktu yang harus kami tempuh sekitar  9½ jam (633 miles).

Kota-kota yang kami lewati
            Sehari setelah menyusun segala persiapan, kami pun berangkat menuju Niagara Falls. Mobil kesayangan kami kembali “disulap” bagai mobil karavan. Isinya macam-macam. Ada koper, rice cooker, makanan dan minuman, bantal, selimut, dan perlengkapan untuk bekal perjalanan jauh lainnya. Anak-anak saya semangat sekali. Saat-saat seperti itu yang selalu membuat Mira dan Khalid excited. Ikut mempersiapkan perlengkapan perjalanan jauh menempuh kota-kota di Amerika menjadi momen yang mereka tunggu-tunggu setiap liburan tiba.

Tiba di Niagara Falls
            Perjalanan panjang dari Urbana, Illinois akhirnya membawa kami ke Niagara Falls, sebuah kota yang terletak di perbatasan antara Amerika dan Kanada. Kami tidak langsung menuju ke lokasi air terjun. Perjalanan jauh selama sembilan jam yang sudah dilewati, membuat kami butuh istirahat. Kami memilih salah satu motel untuk menginap semalam. 

Mira dan Khalid saat tiba di motel (lapar dan mengantuk)
Rice cooker itu selalu ikut serta
            Kami memilih mencari penginapan yang ada di Niagara Falls dengan harga yang tidak terlalu mahal. Maklumlah, saat itu status suami saya ‘kan student. Untung dapat yang murah. Harga per malamnya lebih murah dibanding hotel lainnya dan tidak semahal di kota Buffalo yang posisinya juga dekat dengan Niagara Falls.

Melihat Air Terjun Niagara
            Keesokan paginya, Mira dan Khalid tidak sabar ingin segera melihat air terjun. Mereka sempat mendengar teman-teman sekolahnya bercerita tentang Air Terjun Niagara itu. Setelah check out dari motel, kami langsung menuju lokasi air terjun.

Mira sempat-sempatnya berfoto di situ ^_^
            Air terjun Niagara berada di sungai Niagara yang letaknya di garis perbatasan negara bagian Amerika Serikat, New York dan Kanada, Ontario. Posisi air terjunnya sendiri berjarak sekitar 27 kilometer sebelah Utara Barat Laut kota Buffalo, New York dan 120 kilometer Tenggara Toronto, Ontario.

Berkeliling area wisata air terjun dengan bus wara-wiri

            Di kawasan Niagara terdapat tiga air terjun utama, yaitu Horseshoe Falls, American Falls dan Bridal Veil Falls. Horseshoe Falls (bentuknya seperti tapal kuda) adalah air terjun utama yang terbesar dengan tinggi sekitar 57 meter dan lebar 790 meter. Letak utuhnya ada di bagian Kanada. Sementara, American Falls berada di sisi negara Amerika dengan lebar 320 meter. Air yang mengalir dari air terjun Niagara adalah 6.400 m3/detik. Wow! Deras banget ya? 

Menunggu Bapak membeli tiket boat
Air terjun Niagara sudah terbentuk sejak dua belas ribu tahun silam. Menurut sejarahnya, air terjun itu terbentuk dari tabrakan glacier (konsentrasi massa es yang luar biasa besar) yang mencair dalam volume besar, berasal dari Danau Great Lake dan Danau Ontario.
            Sebenarnya, posisi yang paling bagus untuk melihat Air Terjun Niagara adalah dari Kanada. Dari sana kita bisa mengambil foto tepat di depan air terjun. Berbeda jika kita berada di posisi Amerika. Foto-foto yang bisa diabadikan hanya dari posisi samping.

Foto berduaan dulu (abaikan pria berkaus cokelat di sebelah saya:p)
 Melihat daya tarik itu, suami saya awalnya masih ingin mencoba, tapi ternyata tidak mudah. Kami belum memiliki visa Kanada. Selain itu, kami juga sempat melihat kalau pemeriksaan imigrasi saat ingin kembali ke Amerika jauh lebih rumit dan ketat ketimbang menuju Kanada. Jadi, keputusan untuk menikmati air terjun dari sisi Amerika adalah yang paling tepat saat itu.
            Setelah menemukan parkir mobil di dekat One Niagara Center, suami mengeluarkan uang sebesar  US$ 5 untuk seharian. Sebenarnya ada juga tempat parkir resmi lainnya di Niagara Falls State Park. Tapi tarifnya dua kali lipat. Kami memilih yang lebih murah saja. Satu yang perlu diingat jika berkunjung ke sana dengan membawa mobil pribadi adalah jam kedatangan. Jika terlalu siang, maka kemungkinan tidak akan mendapatkan lahan parkir. Area untuk parkir tidak terlalu luas.

Berbasah-basah yang menyenangkan
            Begitu tiba di kawasan wisata Air Terjun Niagara, kami memilih ikut boat tour Maid of the Mist dengan tarif US$ 15,5, sudah termasuk pajak. Sebelum menaiki boat, kami menyempatkan naik tangga ke Lower George (harga tiketnya sudah sepaket dengan Maid of the Mist). 
 
Tangga yang harus kami naiki (foto diambil saat tiba di atas)
Sebelum sampai di anak tangga paling puncak
Percikan air terjun semakin terasa
Sampai di puncak tangga, kami benar-benar seperti mandi. Percikan air terjun begitu deras membasahi tubuh. Untunglah kami diberi perlengkapan jaket anti air. Jadi baju tidak ikutan basah kuyup. Sepatu pun harus diganti dengan sandal yang disewakan.

Mulai berbasah-basahan (kameranya ikut kecipratan)
Asyiiik ... si Bapak happy banget saat tiba di puncak tangga

          Setelah puas hiking di anak tangga yang lumayan tinggi posisinya, kami pun turun dan melanjutkan naik boat tour Maid of the Mist. Jaket anti air ditukar dengan warna lain. Saat kapal mulai bergerak, Mira dan Khalid terkagum-kagum memandangi air terjun yang semakin mendekat.  Masya Allah ...! Begitu hebat ciptaan Allah SWT itu. Tak ada yang tak mungkin bagi-Nya.
 
Itu kapal boat yang kami naiki

            Akhirnya kapal kami mendekati dua air terjun yang ada di Niagara Falls State Park, yaitu American Falls dan Horseshoe Falls (di sisi yang berbeda jika dilihat dari Kanada). Semakin dekat, semua yang di kapal seolah seperti diterpa air hujan yang deras. 

Semakin dekat, tidak bisa foto-fotoan lagi
Basaaah ...!
Jaket anti air tidak mampu melindungi baju kami dengan sempurna. Tetap saja ada yang basah. Seperti terkena badai hujan rasanya. Namun, walaupun berbasah-basah dan tidak bisa mengambil foto, kami benar-benar menikmati pengalaman seru itu.

Melihat akuarium dan nonton sulap
            Setelah puas melihat Air Terjun Niagara, kami pindah ke area wisata lain yang letaknya masih di lokasi yang sama. Mira dan Khalid ingin melihat akuarium. Tapi, mereka sedikit kecewa. “Enggak sekeren Seaworld di Jakarta!” seru Khalid ketika melihat kondisi akuarium yang sederhana itu.

Foto bareng hiu
Pertunjukan sirkus anjing laut
Ikan-ikan di dalam akuarium yang tak selengkap Seaworld Jakarta
            Bosan melihat pertunjukan anjing laut di kawasan akuarium, Mira dan Khalid mengajak saya dan bapak mereka menonton sulap. Saya tidak tahu nama lokasi pertunjukan itu. Lupa. Yang saya ingat, Khalid begitu tekun memerhatikan teknik yang dipertontonkan pemain sulapnya.

Pertunjukan sulap
            Selepas menonton sulap, makan, dan sholat, kami masih di area air terjun Niagara. Suami saya mengajak untuk menunggu malam dan melihat warna-warni lampu yang memancar ke arah aliran air terjun. Benar saja, begitu hari mulai gelap, kilau lampu-lampu menerpa permukaan air. Indah sekali. Sayang, kamera kami waktu itu belum terlalu canggih untuk menangkap secara tajam semua pencahayaan. 
Warna-warni cahaya di air terjun yang rendahnya tidak tertangkap kamera kami :(
            Yang membuat hati menyimpan obsesi adalah saat melihat kota Kanada di belakang kami berdiri. Saya yakin, saat itu di sana pasti lebih indah pemandangan air terjunnya. Semoga obsesi itu bisa terwujud suatu hari. Siapa yang bisa menduga, jika suatu hari kelak, kami sampai ke Kanada untuk mengulang cerita dalam versi berbeda. Aamiin ….

Kanada dari kejauhan
Sebelum meninggalkan lokasi air terjun
            Sebelum mengakhiri cerita ini, saya ingin memberitahukan bahwa waktu berkunjung ke area Air Terjun Niagara adalah antara bulan Juni – Agustus. Agar tidak terlalu dingin. Lagi pula, boat tidak akan beroperasi di musim dingin. Itu saja. See you in the next story. [Wylvera W.]

Note: Postingan hari ke-12 One Day Post Challenge Fun Blogging

14 komentar:

  1. Pengalaman yang kereeen
    salam utk keluarga mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih, Mas.
      Salamnya nanti disampaikan ke anak-anak dan bapak mereka. :)

      Hapus
  2. Wah, asyik sekali. Jadi pengen mandi-mandi di air terjun juga.... Melirik shower di kamar mandi :-P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha, selamat bershower ria ya

      Hapus
  3. Masya Allah, rasanya saya ikut takjub melalui tulisanmu mba, meski belum melihat langsung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, kalau bisa membuat seperti itu. Makasih ya, Mbak.

      Hapus
  4. Waahh...saya jadi ingin kembali ke Toronto, kebetulan saya ke sini dari sisi Kanada, memang lebih indah, Allahu Akbar ngga putus-putus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, ayo, tulis ceritanya Mbak. Versi Kanada pasti lebih seru itu.

      Hapus
  5. Amazing
    Kapan punya uang untuk ke sana ya?
    Ke USA bolak-balik saja biaya dinas hahaha
    Terima kasih artikelnya yang menawan

    BalasHapus
  6. Aku pun mikir begitu, Pakde. Kapan bisa ke sana lagi kalau dari Indonesia? Mahal tenan pastine. Makasih sudah mampir lagi ke blogku ya, Pakde. :)

    BalasHapus
  7. Aih air terjun Niagara ...aku paling suka itu melewati percikan air

    BalasHapus
  8. Waaaah serunyaaaa. Bisa basah-basahan gitu ternyata ya mak disana. Mudah-mudahan suatu saat bisa ngajak anak-anak kesana juga aaah. Makasi sharingnya ya Maaaak

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...